Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengganti Sepatu Lari?

Jika kamu melihat bahan mid-sol sepatumu menggunakan mikroskop, kamu akan melihat eatusan kantung udara kecil yang mirip spons. Bahan ini adalah polimer yang disebut EVA (Ethylene Vinyl Acetate). Ketika sering digunakan kantung udara kecil ini akan runtuh seperti sebuah spons bereaksi saat ditekan. Bagian inilah yang sering membuat sepatu aus.

Faktor dan penunjang lainnya yang membuat sepatu lari menjadi aus adalah bobot pelari, semakin besar kemungkinan bantalan sepatu yang ada di sol tengah akan rusak. Kurangnya rotasi, ini karena EV yang perlu waktu untuk pulih kembali seperti spons. Menyeret sepatu saat lari pun bisa menjadi salah satu faktor yang membuat tingkat keausan lebih besar.

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengecek apakah sepatu larimu harus diganti atau tidak adalah dengan menguji kekakuan bahan mid-sole. Caranya, ambilah sepatu dan lihat bagian tumit yang kaku (pada midsole), setelah itu letakan ibu jarimu dan dorong bagian banyalan ke arah bagian bawah sepatu.

Jika kamu melakukan pengecekan ini pada sepatu baru, maka bahan ini akan terasa sangat kaku. Namun, ketika hal ini dilakukan pada sepatu yang menua, maka bahan sol tengah akan melunak. Ketika dirasa sudah melunak, maka ada baiknya untuk mengganti sepatu larimu.

Bahan mid-sole yang melunak karena sel0sel udara di EVA perlahan mulai runtuh, ini mengakibatkan sepatu tidak tahan lagi dengan banyak penyerapan goncangan. Dengan menggunakan bantalan yang rusak, ini bisa meningkatkan peluang terkena cedera. Ada baiknya untuk terus menjaga sepatumu tetap baru, agar tetap nyaman digunakan.

Sumber :

https://www.active.com/running/articles/when-to-replace-running-shoes?page=2

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *